Hasduk.id – Gelaran akbar tahunan yang mempertemukan teknologi komunikasi dengan dunia kepramukaan kembali mencatatkan rekor positif. Kegiatan Jambore On The Air (JOTA) dan Jambore On The Internet (JOTI) yang diselenggarakan oleh Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Rembang tahun ini sukses menarik minat luar biasa dari para generasi muda. Di luar perkiraan awal panitia, jumlah peserta yang hadir dan ambil bagian membludak hingga menembus angka 632 orang anggota Pramuka.
Acara prestisius ini dibuka secara resmi oleh Ketua Kwarcab Rembang, Gunasih, bertempat di Aula Sanggar Pramuka Rembang. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi serta rasa bangganya atas tingginya partisipasi aktif dari anggota Pramuka di berbagai pangkalan. Menurutnya, membludaknya jumlah peserta ini merupakan cerminan nyata bahwa gerakan kepramukaan di Kabupaten Rembang senantiasa adaptif terhadap perkembangan zaman, khususnya dalam penguasaan teknologi informasi dan komunikasi global.
Menyongsong Era Digital Lewat Kepramukaan
Lebih lanjut, Gunasih menekankan pentingnya penguasaan literasi digital bagi para anggota Pramuka masa kini. Di tengah arus globalisasi dan disrupsi teknologi yang bergerak sangat cepat, kemampuan mengoperasikan perangkat digital serta memahami jaringan telekomunikasi global menjadi sebuah keharusan yang strategis.
“Siapa yang bisa menguasai dunia digital, maka dunia menjadi dalam genggaman kita. Artinya, kita akan menguasai dunia,” tegas Gunasih di hadapan ratusan peserta yang memadati lokasi kegiatan.
Pernyataan ini menggarisbawahi bahwa program JOTA-JOTI bukan sekadar ajang rekreasi atau komunikasi jarak jauh biasa, melainkan sarana edukasi yang sangat efektif untuk membekali kaum muda agar cakap digital, bijak bermedia, serta mampu memperluas wawasan internasional tanpa batas wilayah.
Tantangan Fasilitas dan Harapan ke Depan
Kendati menyuguhkan atmosfer yang sangat meriah dan penuh semangat, membludaknya jumlah peserta hingga melampaui 632 orang ini turut menghadirkan tantangan tersendiri bagi pihak panitia penyelenggara. Keterbatasan perangkat pendukung menjadi catatan penting dalam evaluasi pelaksanaan tahun ini.
Dilaporkan bahwa Kwarcab Rembang saat ini hanya didukung oleh dua perangkat radio yang siap dioperasikan untuk memfasilitasi jalannya sesi JOTA. Dengan rasio perbandingan jumlah peserta yang begitu besar dan ketersediaan alat yang terbatas, panitia harus mengatur strategi pembagian waktu dan kelompok secara cermat agar seluruh anggota Pramuka tetap mendapatkan kesempatan pengalaman berkomunikasi udara.
Melihat antusiasme yang begitu masif dari tahun ke tahun, pihak Kwarcab Rembang bersama Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) setempat berharap agar ke depannya ada peningkatan dukungan sarana, prasarana, serta alokasi sumber daya yang lebih memadai.
Dukungan infrastruktur telekomunikasi yang lebih lengkap di masa mendatang diyakini tidak hanya akan memperluas jangkauan sinyal (coverage area), tetapi juga mendongkrak kualitas pelaksanaan kegiatan secara keseluruhan. Melalui sinergi yang kuat antara Gerakan Pramuka dan ORARI, para peserta diharapkan dapat mendulang pengalaman berharga seluas-luasnya, menjalin persahabatan global via udara, hingga menumbuhkan ketertarikan generasi muda untuk kelak bergabung menjadi anggota resmi ORARI.
