Hasduk.id – Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Timur kembali mencatatkan pencapaian membanggakan dalam upaya mendorong transformasi digital di kalangan generasi muda. Melalui penyelenggaraan Workshop Pra-Jamboree on the Air and Jamboree on the Internet (JOTA-JOTI) Tahun 2026, kegiatan ini sukses menarik perhatian luas secara nasional dengan mencatatkan total 1.211 peserta terverifikasi yang berasal dari 16 provinsi di seluruh penjuru Indonesia.
Angka fantastis tersebut diperoleh setelah panitia pelaksana melakukan proses penyaringan dan verifikasi data secara ketat guna memastikan tidak adanya pendaftaran ganda, sehingga validitas data peserta benar-benar terjaga dengan akurat.
Dominasi Peserta dan Partisipasi Lintas Wilayah
Berdasarkan data rekapitulasi panitia, Provinsi Jawa Timur tampil sebagai kontributor dengan jumlah peserta terbanyak, yakni mendominasi sebanyak 1.157 orang. Anggota Pramuka dari berbagai kwartir cabang di kabupaten/kota se-Jawa Timur tampak sangat antusias memanfaatkan momentum peningkatan kapasitas digital ini.

Kendati demikian, kerja besar ini tidak hanya menjadi ajang lokal saja. Tercatat pula partisipasi aktif dari berbagai provinsi lain di tanah air yang turut mengirimkan perwakilannya. Provinsi Jawa Barat berada di urutan kedua dengan mengirimkan 18 peserta, disusul oleh Gorontalo dengan 8 peserta, DKI Jakarta sebanyak 7 peserta, Kalimantan Selatan dengan 5 peserta, serta Papua Selatan yang turut menyumbangkan 4 peserta.
Tidak ketinggalan, sejumlah provinsi strategis lainnya seperti Jawa Tengah, Lampung, Kalimantan Timur, hingga Sumatera Utara juga ambil bagian, menjadikan forum pelatihan ini sebagai ruang perjumpaan lintas budaya dan wilayah yang sangat representatif.
Mempersiapkan Generasi Muda Menuju Jaringan Global
Pelaksanaan workshop ini bukan tanpa tujuan. Kegiatan tersebut dirancang secara khusus sebagai langkah akselerasi dan pembekalan fundamental menjelang digelarnya agenda internasional tahunan, JOTA-JOTI, yang diinisiasi langsung oleh World Organization of the Scout Movement (WOSM).
Melalui program ini, para peserta dipersenjatai dengan pemahaman mendalam, wawasan teknis, serta keterampilan praktis seputar dunia komunikasi digital dan radio amatir. Bekal ini dinilai krusial agar nantinya anggota Pramuka Indonesia tidak canggung saat harus berinteraksi dan terhubung langsung dengan jutaan anggota Pramuka lainnya dari berbagai belahan dunia secara daring.
Pandangan Pimpinan: Adaptasi Teknologi Berbalut Karakter Bangsa
Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Jawa Timur, H. M. Arum Sabil, memberikan apresiasi yang sangat tinggi atas membludaknya antusiasme generasi muda Pramuka, baik yang berasal dari dalam maupun luar Provinsi Jawa Timur. Menurut pandangannya, kegiatan semacam ini merupakan instrumen strategis yang efektif bagi kaum muda untuk beradaptasi secara cepat dengan kemajuan teknologi informasi, sekaligus memperluas jaringan persaudaraan tanpa batas teritorial.
“Generasi muda Pramuka tidak hanya harus adaptif terhadap teknologi komunikasi global, tetapi juga mampu membawa nilai persaudaraan dan karakter bangsa ke jaringan internasional,” ungkap Arum Sabil dengan penuh penekanan.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Dewan Kerja Daerah (DKD) Jawa Timur, Yusya Giri Pangestu, turut mengungkapkan rasa bangganya terhadap semangat luar biasa yang ditunjukkan oleh para anggota Pramuka golongan Penegak dan Pandega. Ia menilai bahwa tingginya angka partisipasi ini merupakan indikator positif bahwa generasi muda pramuka masa kini memiliki kesiapan mental dan intelektual yang matang dalam menghadapi gelombang transformasi digital.
“Tingginya partisipasi ini menunjukkan bahwa Pramuka muda Indonesia sangat siap menyongsong transformasi digital dan memperkuat jejaring komunikasi antardaerah secara positif dan produktif,” pungkas Yusya Giri Pangestu menutup sesi keterangannya.
Melalui suksesnya penyelenggaraan workshop ini, Kwarda Jatim optimis kontingen Indonesia, khususnya dari Jawa Timur, akan mampu memberikan penampilan serta kontribusi terbaik, sekaligus menjadi teladan dalam pemanfaatan teknologi secara cerdas, bijak, dan produktif di kancah global.
