Hasduk.id – Gerakan Pramuka terus menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi muda yang berkarakter, mandiri, dan berjiwa kepemimpinan melalui berbagai pembinaan berjenjang. Salah satu wujud nyata dari upaya tersebut tampak pada pelaksanaan Penilaian Pencapaian Pramuka Garuda yang diselenggarakan oleh Kwartir Ranting (Kwarran) Baturraden.

Kegiatan penting ini dipusatkan di SD Negeri Kemutuglor 2 pada Rabu, 14 Oktober 2026, dan berhasil menarik antusiasme tinggi dari ratusan anggota muda Pramuka.
 

Rincian Peserta dan Pembukaan Resmi

Acara akbar ini secara resmi dibuka oleh Korwilcam Dindik Baturraden, Wuryanto, yang juga bertindak sebagai Sekretaris Mabiran. Turut hadir memantau jalannya kegiatan Tim Pemantau dari Kwartir Cabang (Kwarcab) Banyumas, yakni Kak Esti dan Kak Ari Pringgo, guna memastikan proses penilaian berjalan sesuai dengan standar yang berlaku.

Berdasarkan laporan dari Sekretaris Tim Pengembang Pencapaian Pramuka Garuda Kwarran Baturraden, Kak Yuli Siswati, total peserta yang ambil bagian dalam kegiatan ini mencapai 564 orang.

  • Pramuka Siaga: 387 anak
  • Pramuka Penggalang: 177 anak

Seluruh proses penilaian dilaksanakan secara teliti dengan berpedoman pada ketentuan resmi Petunjuk Penyelenggaraan (Jukran) Pencapaian Pramuka Garuda.
 

Fokus Penilaian dan Pembinaan Karakter

Ketua Kwarran Baturraden, Muliana Prapmawati, menjelaskan bahwa para peserta dinilai berdasarkan pemenuhan berbagai persyaratan ketat yang telah ditetapkan. Penilaian ini bukan sekadar ujian administratif, melainkan bagian integral dari proses pembinaan jangka panjang yang mencakup:

  • Peningkatan kecakapan dan keterampilan
  • Penguatan karakter dan kedisiplinan pribadi
  • Penanaman sikap kemandirian serta rasa tanggung jawab yang tinggi

Lebih lanjut, Muliana menyampaikan rasa syukurnya karena seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan lancar, tertib, dan kondusif. Evaluasi khusus yang diberikan oleh Kwarcab Banyumas juga menekankan pentingnya pendekatan yang humanis dalam dunia pendidikan kepramukaan.

“Dalam proses penilaian, agar menerapkan prinsip pembimbingan tanpa menghakimi. Pendekatan mengedepankan pendampingan, evaluasi, dan perbaikan agar peserta dapat memahami kekurangan sekaligus meningkatkan kualitas pencapaiannya,” ungkap Muliana.
 

Harapan dan Orientasi Jangka Panjang

Penerapan prinsip pendampingan yang konstruktif ini menegaskan bahwa orientasi Pramuka Garuda tidak berfokus semata-mata pada hasil akhir atau pemenuhan atribut formal belaka. Lebih dari itu, kegiatan ini memberikan ruang bagi setiap peserta untuk belajar dari proses, memperbaiki diri secara berkala, dan menggali potensi terbaik mereka.

Melalui suksesnya penyelenggaraan kegiatan ini, Kwarran Baturraden menaruh harapan besar agar mutu pembinaan kepramukaan di wilayahnya terus mengalami peningkatan yang signifikan. Anggota yang nantinya berhasil meraih predikat Pramuka Garuda diharapkan benar-benar tampil sebagai sosok teladan yang memiliki kecakapan unggul dan menjunjung tinggi nilai-nilai luhur Satya serta Darma Pramuka.

Pada akhirnya, predikat Pramuka Garuda tidak hanya dipandang sebagai pencapaian tertinggi dalam suatu golongan kepramukaan, melainkan sebagai pelecut semangat dan motivasi bagi anggota lainnya untuk terus berkembang, berkarya, serta mengamalkan nilai-nilai positif kepramukaan dalam kehidupan sehari-hari di tengah masyarakat.
 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *